SHOLAT TAHAJUD

shalat_malam_artikel muslim

SHOLAT TAHAJUD

 1.      PENGERTIAN SHOLAT TAHAJUD

Tahajud artinya bangun di waktu malam hari. Sholat tahajud adalah sholat sunat yang dilakukan pada malam hari. Sholat tahajud dapat juga disebut sholat lail, sholat malam, qiyamullail, dan khusus pada bulan romadhon disebut dengan sholat tarawih atau qiyamurramadlan.

 2.      KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang mengandung fadillah atau keutamaan yang bukan main banyaknya sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai ayat al-qur’an maupun alhadist antara lain sebagai berikut:

Dan dari sebagian malam itu gunakanlah untuk bertahajud sebagai sholat sunnah bagimu, semoga Tuhanmu akan membangkitkanmu pada kedudukan terpuji”.(QS. Al-furqon : 64)

“sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila dperingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera tunduk sambil bersujud serta mensucikan dan memuji Tuhan, dan lagi pula mereka tidak bersikap sombong. Mereka merenggangkan lambungnya dari tempat tidur (tidak banyak tidur guna menunaikan sholat tahajud) sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut serta berharap, dan mereka mensedekahkan sebagian dari apa yang telah kami rezekikan kepada mereka.”(QS. As-sajadah : 15-16).

“Datanglah malaikat jibril kepada Nabi lalu berkata;’Wahai Muhammad hiduplah sesuka hatimu, tetapi (ingatlah) engkau pasti akan mati. Bebuatlah sekehendakmu tetapi (ketahuilah) engkau pasti akan dibalas sesuai dengan amal perbuatanmu. Cintailah siapapun juga yang engkau senangi, tetapi (kahuilah) engkau pasti berpisah dengannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin ialah sholat di waktu malam, sedang kebesarannya ialah ketiadaan butuhnya kepada sesame manusia”. (Hadist dari sahl bin said r,a,).

 3.      WAKTU SHOLAT TAHAJUD

  1. Waktu sholat tahajud adalah setelah sholat isyak sampai sebelum waktu subuh. Adapun waktu tyang paling baik adalah sepertiga akhir malam.

Hadist berikut menjadi alas an dari penegasan di atas :

“Saya mendengar Nabi SAW bersabda sedekat-dekat hamba kepada Allah ialah pada tengah malam terakhir. Maka bilamana engkau dapat (mengerjakan sholat malam) engkau akan termasuk golongan orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu. Maka Usahakanlah!”(HR. Hakim dari ‘Amar bin ‘Absah r.a)

  1. Sholat tahajud boleh dikerjakan secara berjamaah dan boleh juga dilakukan sendirian. Rosulullah pernah melakukan sholat tahajud berjamaah dan juga pernah melakukan sholat tahajud sendirian.

 4.      TATA CARA PELAKSANAAN

            Dimulai dengan sholat iftitah tahajud sebanyak 2 rekaat secara cepat dengan membaca iftitah dan alafatihah ketika berdiri pada rekaat pertama, dan membaca alfatihah saja pada rekaat kedua, tanpa membaca surat pada rekaat pertama maupun kedua. Sedangkan untuk bacaan selain ketika berdiri adalah sama dengan sholat pada umumnya.

  1. Bacaan sholat iftitah

      Pada rekaat pertama pada sholat iftitah sesudah takbirotul ihrom, membaca : “Subhanallahi dzil malakuti wal jabaruti wal kibriyai wal ‘adhomah”. (artinya maha suci Allahyang memiliki kerajaan, kekuasaan, kebesaran dan keagungan.)

  1. Sholat iftitah boleh dilakukan secara berjamaah dan boleh juga dilakukan sendiri-sendiri. Beberapa hadis menunjukkan bahwa nabi SAW melakukan sholat iftitah secara munfarid, dan hadis yang lain menunjukkkan bahwa nabi SAW sholat iftitah secara berjamaah. Sehingga karenanya sholat iftitah boleh dilakukan secara munfarid ataupun berjamaah.
  2. Imam sholat iftitah tahajud membaca bacaan secara Jahr (keras) yaitu pada bacaan takbir, iftitah, al-fatihah, dan salam.

            Sholat tahajud adalah 11 rekaat selain sholat iftitah. Dilakukan dengan 4 rakaat, 4 rakaat lalu witir 3 rekaat. Sholat malam dengan 4 rekaat diakhiri salam, lalu empat rekaat diakhiri salam dan tiga rekaat diakhiri salam ini dilakukan tanpa duduk (tasyahud) pada rekaat kedua, baik yang empat rekaat maupun yang tiga rekaat. Adapun duduk tasyahudnya hanya pada rakaat terakhir.

            Membaca do’a iftitah ketika memulai sholat setelah takbir, membaca alfatihah dan surat-surat pada setiap rekaatnya, membaca bacaan sebagaimana sholat fardhu dalam ruku’, I’tidal, sujud duduk iftirasy, dan salam.

            Diakhiri dengan sholat witir. Pada sholat witir hendaklah membaca surat Al-A’la pada rekaat pertama, surat al-kafirun pada rekaat kedua, dan surat al-ikhlas pada rekaat ketiga.

            Setelah mengerjakan sholat witir hendaklah membaca “Subhanal malikil Quddus” tiga kali lalu dilanjutkan “Robbil malaaikati warruhi”.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Pasha, Mustafa Kamal, MS. Chalil, Wahardjani. 2009. Fikih Islam. Yogyakarta : Citra Karsa Mandiri.

Tuntunan Ibadah Dzikir dan Do’a..2008.  Bidang Studi Islam dan Kemuhammadiyahan Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s