DARI GENTENG AKU KAN JADI SARJANA

Aku bukan anak dokter, bukan pula anak guru, dan bukan pula anak pedagang lebih – lebih pejabat. Aku anak seorang pembuat genteng. Mungkin di benak pembaca pembuat genteng disini adalah pembuat genteng yang memiliki banayak karyawan, yang pemasarannya sampai keluar kota. Bukan, bukan yang seperti itu. Orang tua ku tidak memiliki karyawan, pemasarannya pun tidak sampai keluar kota. Karyawannya ya seluruh anggota keluarga, dari ibu, kakak – kakak ku dan aku.
Desa ku dulu memang terkenal dengan central industry genteng. Sejak aku belum lahir orang tua ku sudah membuat genteng, bahkan orang tua ku waktu masih kecil pun sudah membuat genteng membantu kakek dan nenek ku. Dulu genteng yang dibuat secara manual dicetak dengan cetakan yang terbuat dari kayu, namanya genteng wuwung. Pada tahun 1980an desa ku mendapat bantuan dari pemerintah berupa mesin pencetak genteng sebanyak 3 atau4 buah aku lupa. Hampir semua orang di tempat ku pembuat genteng. Jadi ketika aku dan kakak – kakak ku masih kecil proses pembuatannya saling bantu membantu antar pembuat genteng.
Seiring jalannya waktu, orang – orang berubah haluan dalam mata pencaharian. Begitu beratnya pembuatan genteng membuat orang mencari alternative pekerjaan lain. Akhirnya hanya orang tuaku saja yang bertahan membuat genteng sampai saat ini. Pembuatan genteng membutuhkan waktu yang lama karena keterbatasan tenaga serta cuaca yang tidak menentu sebab genteng tergantung pada sinar matahari, sehingga untuk membeli genteng buatan orang tua ku harus pesan terlebih dahulu kurang lebih satu bulan sebelumnya. Penasaran bagaimana cara pembuatan genteng orang tuaku? Tunggu pada tulisan berikutnya. Kata orang – orang yang beli atau lengganan orang tuaku meski genteng buatan orang tua ku tipis tapi kualitasnya bagus dan tidak mudah bocor. Eits bukan promosi lho ya aku cuman menyampaikan apa yang dikatakan para pelanggan orang tuaku.
Aku anak ke empat dari 4 bersaudara, memiliki satu kakak perempuan dan dua kakak laki – laki. Alhamdulillah semua kakak – kakak ku bisa menyelesaikan sekolah sampai ke tingkat SMA dan SMK. Mereka bisa menyelesaikan sekolah sampai sekolah menengah atas biayanya juga dari genteng. Dari genteng pula aku akan jadi sarjana. Aku satu – satunya anak yang dikuliahkan oleh orang tuaku. Orang tua ku berkeinginan bahwa aku harus jadi sarjana.
Aku berbeda dengan kakak – kakak ku. Kakak – kakak ku di suruh sekolah di kecamatan mau tapi aku tidak mau. Aku memilih ke kota, (agak egois) yang tentunya biyaya lebih mahal. Dari biaya sekolah biaya transportasi dan biaya les. Itupun Alhamdulillah bisa di lalui. Biaya pun di peroleh dari pembuatan genteng. SMA pun aku tetap menginginkan di kota dan aku ingin masuk ke sekolah favorit di kota ku. Alhamdulillah bisa dan biaya nya juga dari penjualan genteng. Belum lagi biaya les – les. Orang tuaku tidak ingin aku ketinggalan pelajaran. Les sudah menjadi trend di SMA ku dulu.
Sekarang aku sudah hampir jadi sarjana, dan semua itu biyayanya dari pembuatan genteng. Aku mahasiswa di perguruan tinggi swasta, yang tentunya biaya lebih mahal dari negeri. Dahulu aku sebenarnya ingin masuk ke sekolah negeri dengan pertimbangan biaya, akan tetapi orang tuaku menginginkan aku langsung masuk ke universitas ku yang sekarang ini Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mau apa lagi ridho allah tergantung dari ridlo orang tuaku. Akhirnya aku mengikuti saran orang tuaku. Pilihan orang tua adalah pilihan yang terbaik dan itu ternyata benar.
Aku menulis ini bukan maksud apa – apa, aku hanya ingin mengapresiasikan kebanggaan atas provesi orang tuaku.Tanpa mereka aku tak kan jadi seperti ini. Dari genteng aku akan jadi sarjana. Meskipun sekarang aku belum jadi sarjana tapi sebentar lagi kan jadi sarjana. Bapak ibu anak mu kan jadi sarjana. Do’akan anak mu biar jadi sarjana yang berguna dan amanah.
AAMIIN….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s