Dari Judul Hingga Instrumen

  Kali ini saya tidak bermaksud untuk pamer atau yang lainnya. saya hanya berusaha menceritakan septong episode kehidupan ku di akhir semester ini.dalam cerita goresan tinta ini vsaya menulis tentang apa yang saya alami dalam proses penyusunan proposal skripsi. banyak suka maupun duka. banyak pengalaman yang tak terlupakan. banyak kejutan yang tak pernah disangka. ini lah misteri dibalik skripsi. pada post an ini baru pada taraf awal selanjutnya akan saya postkan lagi tahap-tahap selanjutnya. Kelak tulisan ini kan menjadi sejarah bagi diri saya pribadi. semoga bermanfaat. silahkan yang berminat untuk membacanya semoga mampu memberikan semangat bagi saudara-saudara yang mebaca dab sedang menyelasaikan skripsinya. jangan berputus asa jika hari ini tak sesuai harapan. tetap berusaha dan berdo’a. insya Allah kan diberi jalan. bagi teman sahabat yang saya sebut dalam tulisan ini terima kasih sudah mengisi sepotong episode kehidupan ku.

selamat membaca, mohon maaf  jika tak mutu tak sesuai kaidah bahasa yang benar, karena saya masih dalam proses belajar untuk menulis. saya tunggu masukan vdan sarann

Minggu 26 februari 2012

Fase pertama

                Tepat hari jumat  tanggal 24 Februari 2012 kemarin aku menunggu mengenai kepastian  Judul skripsi ku. Apakah di ACC atau tidak. Jumat pagi aku bersama teman ku arum menunggu di depan ruang kajur (ketua Jurusan), yang ditunggu belum datang juga. Hati ini berdegub kencang, was-was tak karuan takut kalau judul tidak acc. Kajur pun akhirnya datang,perasaan jadi semakin tak menentu ibarat menunggu pengumuman hasil lomba.  Alangkah terkejutnya aku ketika map q belum ada sedangkan milik teman-teman yang lain sudah ada, dan ternyata punya ku belum dikoreksi. Perasaan kecewa pun ada karena sahabat ku arum sudah dikoreksi dan dapat pembimbing. SABAR kunci hari itu, akhirnya aku tinggal makan karena hari itu aku belum makan. Sesudah makan aku berhenti sejenak di taman FKIP UMS, niat nya mau ngechrge HP. Di tempat itu mau hotspotan tidak bisa, akhirnya menunggu beberapa saat kemudian aku ke selatan audit menemu sahabt-sahabat ku mb tia dan arum yang tadi ikut makan juga. Disitu sebentar dan akhirnya aku memutuskan untuk ke kajur. Depan ruang kajur sudah sepi tidak seperti pagi tadi. Aku duduk tepat di depan pintu ruang kajur. Beberapa saat aku duduk, tiba-tiba kajur ku bertanya pada ku perihal kenapa aku disitu. Akhirnya aku masuk dan menjelaskan tentang apa yang terjadi. Kajur ku meminta aku mengambil map yang didalamnya berisi judul ku. Kajur meminta ku menunggu sebentar karena beliau sedang makan gorengan. Beliu belum mau mengoreksi karena tangannya masih banyak minyak, takutnya kertas jadi kotor, dengan penuh kesabaran aku menunggu. Selesai makan gorengan kajur ku meminta izin lagi untuk pergi ke biro skripsi dan akhirnya aku cuman bisa menjawab iya buk. Aku menunggu lagi. Beberapa saat kemudian kajur ku datang tapi didalam ruangan sudah ada kakak tingkat ku, dan akupun menunggu sampai kakak tingkat ku keluar. Dan akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan kajur ku. Judul ku di ACC dua-duanya dan mendapatkan pembimbing prof sutama dan bu ning. Alhamdulillah hari itu membuahkan hasil. Bersyukur sekali. Hari itu juga sebenarnya mau maju ke pembimbing pertama akan tetapi, prof tidak datang. Ahirnya aku putuskan untuk menemui beliau besok. Alhamdulillah pembimbing pertama ku dan Arum sama. Hari itu benar-benar kutemukan rahasia dibalik rahasi. Allah memberikan yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Tak ada yang sia-sia pastikan ada hasilnya, entah hari ini esok ataupun lusa. Tetap khusnozon pada sang pencipta. Apa yang terjadi di hari itu ketentuan Allah.

Fase kedua

          Sabtu, tanggal 25 februari 2012 aku menemui pembingbing pertama ku bersama Arum. Paginya Arum sudah sms prof tentang kedatangan beliau kekampus. Beliau datang siang, pginya kita memutuskan untuk ke kampus satu dahulu menemui PA (pembimbing Akademik) untuk meminta ttd, karena baik transkip, khs, maupun lembar judul ku belum mendapat ttd dari PA ku. Dikampus satu pun juga menunggu, karena bapak masih menguji. Ketika sudah selesai bapak, langsung pulang tidak mau melayani yang lain. Gagal mendapat ttd beliau. Akhirnya kita (aku dan Arum) memutuskan ke pasca sarjana di kampus dua, karena kantor pembimbing ku di kampus dua. Sampai disana ternyata prof sudah ada, akan tetapi masih antri. Aku putuskan untk sholat terlebih dahulu. Setelah solat aku mengantri. Saat itu kursi di dalam penuh, dan aku berdiri. Prof akhirnya meminta map ku terlebih dahulu, sambil meununggu bimbingan s2.Begitu kagetnya aku ketika prof tidak suka dengan judul ku dua-duanya lagi.seperti tersambar petir. Tapi Alhamdulillah akhirnya prof memberi kan judul buat ku. Lega rasanya. Setahu aku, besok maju lagi, dan ternyata langsung disuruh ganti. alhamdulillah langsung di acc. Lega karena sudah di acc, tapi timbul permasalahan aku masih bingung mau aku bawa kemana judul skripsi ku yang baru ini? Aku sudah mempersiapkan judul yang lama begitu matang sampai proposal pun sudah aku cicil. Kembali ke nol itulah pikiiran ku saat itu. Tapi inilah jalan yang sudah diatur oleh Allah untuk diriku. Kata sahabat ku mb tia, skripsi itu penuh misteri, jadi jangan putus asa karena masih banyak misteri lain yang sudah menanti. Timbul permasalahan baru, sekolah mana yang akan aku jadikan tempat penelitian? Kata mb tia sekolah ku PPl tidak memungkinkan dengan judul ku itu. Aku berusaha menghubungi guruku SMP dulu, akan tetapi beliau nya kurang memberi tanda yang pasti. Bingung lagi, semalaman berfikir, akhirnya aku mencoba bercerita kesana kemari, tapi belum menemukan hasil mengenai sekolah mana yang akan aku jadikan tempat penelitian. Semalaman aku berfikir, dan sampai saat ini yang ada dalam benakku hanya tempat PPL. Aku berfikir sekolahan sebenarnya sudah menerapkan, akan tetapi mungkin belum mengena. Itulah yang menguatkan ku sampai saat ini untuk tetap menggunakan sekolah ku PPL.

Minggu, 26 februari 2012

     Hari ini aku bersama teman-teman E-math08 sowan kerumah pak Mardi PA ku di Sukoharjo. Sebenarnya hari ini ada dua acara tetapi aku menghadiri yang ke tempat PA. di tempat beliau banyak mendapatkan wejangan. Dari masalah jodoh sampai pekerjaan. Dari wejangan tadi, tersisip pertanyaan dari beliau, “setelah lulus mau apa?”. Sampai saat ini pun belum terbayangkan oleh ku. Yang jelas aku ingin jadi guru, tapi guru dimana itu belam tahu. Biarkan nasib yang membawaku. Pulang dari rumah beliau, sahabat ku yusnita datang ke kost ku. Kita ngobrol bareng, dan akhirnya sampai pada pembimbing. Dia mengatakan kalau pembimbing ku yang kedua bu ning tidak mau judul skripsi yang kualitatif. Perasaan khawatir pun ada, tapi aku kan tetap berdo’a semoga untuk kali ini beliau mau membimbing kualitatif.sebelum ketemu beliau kemungkinan masih tetap ada, dengan keoptimisan, akan tetapi siap dengan kemungkinan buruk yang terjadi, itulah yang aku siapkan hari ini. “Ya Allah apapun yang terjadi besok, itulah yang terbaik bagiku. Ketika aku harus ganti pembimbing pun itulah yang terbaik bagiku. Mudahkan lah jalan ku ya Allah. Apapun yang terjadi aku kan bilang inilah yang terbaik bagiku dimata Mu , insya Allah”.

 

Jumat 2 Maret 2012

     Sudah beberapa hari aku tak menuangkan kisah ku dalam lembar ini, karena sibuk membuat proposal. Alhamdulillah senin kemarin pengejuan judul q kepembimbing dua di acc. Suatu keajaiban dan kebesaran Allah, karena pembimbing duaku biasa nya tak mau mengambil penelitian kualitatif. Ini lah jalan yang terbaik bagiku, yang diberikan Allah. Do’aku dimalam hari terkabulkan. Setelah itu, ada keajaiban lagi, PA ku yang ku cari-cari beberapa hari ada dan bisa dimintai tanda-tangan, dan beliau ingat aku, karena di hari sebelumnya ketika ke rumah beliau aku isah-isah. Beliau tidak seperti biasanya, lebih ramah dan lebih menyenangkan. Sore itu juga bersama arum dan mb tia aku keperpustakaan menjari jurnal internasional, tidak ku temukan hanya beberapa saja yang hampir mendekati. Tak apalah pikir ku saat itu, buat jaga-jaga. Malam selasa aku mulai mengerjakan proposal, tapi aku masih bingung fokus penelitian ku mau aku bawa kemana. Membaca banyak referensi membuatku semakin bingung.selasa pagi aku mencoba keperpustakaan, dan menemukan buku pendidikan karakter. Sampai saat itu aku belum menemukan fokus penelitian yang mantap. Bab 3 q kerjakan dulu, bab 2 dan yang lainnya menyusul. Latar belakang pun belum aku kerjakan. Hanya sepotong-sepotong, jurnal belum ku temukan. Bener-bener pusing saat itu. Aku mencoba menghubungi sahabat ku mb tia, tapi ada kekecewaan dalam diriku. Suatu hal yang sebenarnya tak boleh aku lakukan. Aku merasa dia tak mau membantuku terlalu sibuk dengan usrusannya. Hari rabu aku ketemu dia di kampus tapi rasanya sebel saja, dan ketika aku bertanya masalah fokus pun jawaban tak menyenangkan. Tidak tahu kenapa aku tiba-tiba sebel. Malam kamis aku mendengar kalau sahabat ku arum hari kamis mau mengajukan proposal. Hemmm seperti tersengat aliran listrik aku. Ternyata dia sudah selesai, padahal dia mengajak ku ngajuin minggu depan.

     Berbagai bisikan-bisikan setan masuk ke dalam telinga dan memproses otak ku. Yang hanya bisa aku lakukan saat itu hanya menangis. Kamis pagipun, masih merasakan hal yang sama. Dengan tertatih-tatih aku coba selesaikan proposal ku. Dari situ lagi-lagi Allah membukakakan pintu hati dan fikiran ku dari fikiran-fikiran kotor tentang teman-teman ku. Aku sadar, setiap orang memiliki kesibukan sendiri, setiap orang memiliki jalan sendiri, dan siapa yang memupuk pasti mendapatkan hasil yang baik. Aku berbuat baik pada orang lain ternyata, hasilnya seperti itu, dari situ aku mengambil hikmah bahwa mungkin apa yang aku lakukan dulu tidak ikhlas, ria atau tidak karena Allah. Dari kejadian ini pula update status ku pun tidak lagi tentang curhat, mengeluh dan kegalauan lebih pada motivasi diri. Ada kebaikan di balik keburukan yang ku alami. Sebuah keburukan yang timbul dari hati, dan akhirnya menjalar ke otak dan berpengaruh ke dalam tindak tandukku.

     Bismillah hari ini aku maju proposal, bukan acc yang ku inginkan tapi sebuah bimbingan yang baik ke arah kemajuan penelitian skrispsi ku, dan yang tak kalah penting adalah bapaknya ada. Bimbing hambamu ini ya Allah.

     Kamis, 08 maret 2012

     Jumat, tepatnya tanggal 02 maret aku maju proposal untuk yang pertama kalinya. Begitu kakiku menginjakkan lantai empat degup jantung ku semakin cepat. Tak tahu kenapa ada ketakutan yang memuncak. Sudah lama sekali aku tak merasakan ketakutan yang seperti ini. Sampai di tempat prof ternyata sudah ada yang antri. Aku menyuruh teman ku arum. Berkali-kali aku tarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa grogi ku. Arum sudah di koreksi prof, maju pertama ya pastinya revisi.

Giliranku pun sampai, ketika didepan beliau Alhamdulillah grogi itupun hilang, tapi prof asyik sendiri sambil mainan HP, dan ternyata anak beliau sms untuk dijemput. Jantungku berdegup kencang dalam hati ku berbisik jangan-jangan gak dikoreksi punya ku. Alhamdulillah prof mau mengoreksi, kata yang pertama kali beliau tulis, revisi. Beliau membuka pada latar belakang.Latar belakang ku mengenai kritikan bangsa ini disuruh menghapus.sebenarnya cuman dilihat dibagian itu saja, akan tetapi aku terus bertanya mengenai fokus penelitian. Fokud ini membuat kepala ku sampai pusing, penelitian itu tergapenting adalah sub fokusnya. Setelah dibaca Alhamdulillah dua sub fokus ku di setujui sama prof tanpa ada penambahan. Dan bimbingan ku hari itu sampai disitu.

     Malam harinya langsung aku revisi, rencana sabtu aku maju meskipun hanya ku kumpulkan karena pada hari itu beliau ada acara pembekalan mahasiswa baru pasca. Dan hari itu juga rencana aku mau mengumpulkan di pembimbing duaku. Prof kemarin sudah mengatakan kalau proposalnya dikumpulkan dimeja saja dan ternyata pintunya dikunci. Aku dan arum harus menunggu berjam-jam sampai pintu itu dibuka. Tepatnya ketika jam isoma baru dibuka. Padahal aku jam setengah 1 ada kuliah dikampus 1. Sampai pada jam 12.45 prof membuka pintu, kemudian pergi lagi. Akhirnya ku kumpulkan saja di mejanya.
habis itu aku dan arum tancap gas (melangkahkan kaki dengan cepat maksudnya, karena kendaraan kami ya cuman kaki pemberian ilahi) menuju kampus satu untuk kuliah. Sampai disana sudah tak bisa fokus karena kecapekan. Hari itu rencana ku ke pembimbing dua pun gagal.

     Minggu, 03 maret 2012 aku bersama mas ku jalan-jalan ke candi gedong songo, untuk merefresh otak ku, setelah dua mingguan aku tak pulang kerumah. Meskipun tujuan utamaku sebenarnya mau ambil foto di sana untuk buku katalog. Hasilnya di HP begitu bagus, ternyata setelah q pindah di lepi wajah ku tak jelas, hanya bacgroundnya saja yang subkhanallah.

     Senin 05 maret 2012 aku maju proposal kepembbing dua. Cuman disuruh mengumpulkan dan bisa q ambil lagi satu minggu stelahnya. Proposal q di tempat prof ternyata juga belum dikoreksi kata teman ku lila. Dia yang ke pasca hari itu, jadi aku sekalian minta tolong sama dia.

     Selasa, 06 maret 2012 aku tak ada kuliah. Pagi-pagi aku keperpustakaan pusat bersama mb umi dan temannya. Aku ke perpus pusat sambil menunggu prof selesai mengajar dikampus 1. Kalau diperpus pusat jaraknya tak terlalu jauh dari pasca. Dan diperpus pusat banyak stop kontak jadi jika sewaktu-waktu batre lepiku habis tak usah repot-repot cari colokan. Hari itu aku masih berusaha mencari jurnal. Dan Alhamdulillah nemu satu lagi. Tepat jam 12 siang batre q habis, akhirnya kuputuskan untuk keluar perpus menuju ke pasca. Hari itu pertama kalinya aku naik lift sndirian, karena pada hari itu arum kuliah, so aku kepasca sendiri tanpa arum. Mencet-mencet tombol lift sendiri. Alhamdulillah bisa.heheheh.ndeso…xixixiix

     Sampai disana ternyata prof ada, yang didalam semua bapak-bapak pasca. Setelah kursi kosong aku masuk dan ngechek proposal ku ternyata belum diapaapakan. Akhirnya ku bertekad untuk maju. Dalam hatiku siap-siap untuk revisi. Setelah dua orang bapak pasca maju, tiba giliranku. Jawaban yang tak pernah kuduga dan tak pernah terbayangkan “acc wae ya ndug, ndak kesuwen”. Antara bersyukur dan bingung aku saat itu, semua campur aduk jadi satu. Alhamduliillah. Sahabatku arum sorenya menemui prof, karena beliau yang minta sore itu Alhamdulillah acc juga. Senang rasanya bisa acc bareng-bareng meskipun banyak pertanyaan mengenai kualitas proposal ku. Tapi mau melanjutkan masih harus menunggu pembimbing dua. Sampai saat ini pun aku juga belum membuat instrument masih bingung. Semoga yang lain juga lancer sperti sebelum-sebelumnya. Amin

Tetap harus siap kapan aku mengalami kendala yang terpenting usah dan do’a jangan terlewatkan jadi ingat pesan yang disampaikan teman ku di fb. Pesannya jangan lupa pesan pembimbing, pa n ortu. Dahulu aku pernah menulis status pesan pembimbing: puasa senin kamis jgn lupa ndug, pesan PA n babe : solat malam, fajar n dzuha jgn terlewatkan. Dahulu juga di komen sama dia. Pesenku jangan sampai lupa pesan pembimbing, PA, n ortu. Dan hari ini ketika aku menulis di time line untuk ucapan milad. Dikoment dengan hal yang sama. Dia bepesan untuk ingat pesan pembimbing, PA n ortu, terimaksaih yaks.

Jumat 16 maret 2012

     Proposal ku sampai saat ini belum selesai juga. Berhenti di pembimbing dua. Tepat tanggal 5 maret sehari sebelum pembimbing pertama acc aku mengumpulkan proposal ku di pembimbing dua. Pembimbing dua ku sistemnya tidak bimbingan langsung tapi harus dikumpulin, minggu ini dikumpulin minggu depan dikoreksi, setelah itu baru bisa bimbingan secara langsung. Sampai hari jumat, 9 maret 2012 proposal ku belum dikoreksi. Menurut teman- teman yang sudah pernah bimbingan dengan beliau, jika mengumpulkan itu hari kamis atau jumat karena beliau koreksinya hari sabtu dan dibawa pulang. Dan ternyata benar, hari sabtu aku keruangan beliau, beliau mengatakan kalau baru saja dirapikan dan dimasukkan kedalam plastic. Ya tidak apa-apa lah.
sejak saat itu hari senin adalah hari yang ku tunggu-tungu. Seperti biasa sabtu aku pulang kerumah. Aku pulang membawa keceriaan yang begitu hebat, berharap dirumah aku kan lebih mendapatkan ketenangan. Namun, harapan ku tak sesuai kenyataan. Sore hari suasana masih menyenangkan, tapi begitu malam semua menjadi berbeda. Tak dapat kutuliskan disini, yang jelas itu membuat ku benar-benar down sekali. Permasalahan antara kakak perempuan ku dengan ibu ku.tamparan keras bagi ku karena sebelum-sebelumnya aku tak pernah melihat sikap ibu ku yang otoriter seperti itu. Aku tidak bisa menyalahkan siapa, aku hanya bisa menangis dan tak tahu harus berbuat apa. Sampai hari senin aku masih saja memikirkan hal itu. Ya inilah hidup pasti ada susah dan sedihnya pasti ada hikmah dibalik semua kejadian.amin

     Senin 12 maret 2012 jam setengah sepuluh aku keruangan beliau, seperti biasa beliau memberikan senyuman dan menanyakan tentang keperluan ku dengan suara khasnya yang menggelegar. Dan aku disuruh membuka pintu ruangan beliau karena beliau sedang istirahat diruang sebelah. Aku buka, dan dengan harap-harap cemas aku mengambil tumpukan-tumpukan kertas dan memilah satu demi satu. Begitu kagetnya aku saat melihat, proposal ku hanya ditulis tanda tanya di kertas penjepit ku, tanpa ada coretan apalagi tanda tangan.

     Berhubung beliau masih ditempat itu, aku langsung menanyakan, dan beliau menjelaskan bahwa beliau ingin melihat hasil akhir dari pembimbing pertama, karena penelitian ku merupakan penelitian pembimbing pertama, jadi beliau ingin mengetahui lebih dahulu keinginan pembimbing pertama baru bisa mengoreksi, biar nanti sama-sama enak. Akhirnya hasil akhir dari pembimbing pertama aku serahkan. Kata beliau selasa sudah bisa diambil. Hari selasa aku menemui beliau ternyata belum dikoreksi, malah aku ditanya apa aku sudah mengumpulkan, dan beliau mengatakan lagi untuk mencari dan menaruhnya dimeja beliau. Rabu pagi aku menemui lagi, dan sama dengan hari sebelumnya jawaban beliau. Akhirnya beliau menyuruh saya untuk mengambil proposal saya dan meminta saya kamis pagi-pagi untuk datang mengambil karena siangnya beliau ada acara. Kamis pagi aku ambil tepat jam 06.45 aku sampai dikampus, dan beliau juga sama sampai dikampus jam segitu. Aku menunggu sebentar biar beliau istirahat dulu. Begitu aku masuk beliau seperti biasa menyapa terlebih dahulu, dan sambil senyum, berkata “ jam semene arep bimbingan mb?”. Aku menjawab dengan bahasa kromo, dan beliau mengatakan bahwa beliau mengajar di B.34 nanti kalau ada wakru bimbingan disana saja. dalam benak ku, masak iya menemui saat beliau mengajar. Akhirnya ketika aku menunggu sampai beliau selesai mengajar. Dan ketika saya masuk ke ruangan beliau, beliau langsung berkata, “lah piye tho mb tak tunggu ning nduwur kok gak teko-teko. Aku cuman senyum dan menjawab” saya kira ibu sibuk jadi saya tidak menemui ibuk. Stelah itu beliau pergi sebentar dan akhirnya kembali lagi, dan saya bimbingan. Masih harus revisi. Tak apalah inilah proses. Malam itu juga aku revisi dan jumat pagi aku kumpulkan, dan sampai saat ini belum ada hasilnya. Menunggu hari senin lagi. Bismillah semoga acc, biar bisa lanjut. Amiin

Senin, 27 maret 2012

     Senin 19 Maret 2012, pukul 09.30 aku menuju ruang pembimbing dua ku, sebelum masuk kedalam ruangan sudah banyak teman-teman ku yang sudah stand by di depan ruangan. Ternyata ibu sedang rapat dan pulang ke kampus satu sekitar jam setengah dua belas. Sudah ada kepastian dan akhirnya aku tinggal kuliah. Tepat selesai kuliah, aku solat dhuhur terlebih dahulu kemudian menuju keruang beliau. Ternyata beliau belum datang. Banyak sekali yang menunggu dari sekedar minta tanda tangan, ngumpulin skripsi mau ujian, ambil proposal sampai yang akan mengumpulkan proposal semua jadi satu di depan ruamg beliau tepatnya di depan ruang dekanat FKIP. Sampai setengah satu beliau belum datang dan taka da kabar. Jam 12.45 jajaran dekanat sudah pada kembali ke ruangan masing-masing. Tinggal beliau yang belum datang. Jam 13.00 juga belum datang dan akhirnya saya bolos kuliah. Jam 13.30 saya pergi meninggalkan tempat itu, sebentar kemudian aku mendengar kabar bahwa ibu datang besok pagi. Beberapa menit kemudian teman ku bilang katane tadi ibu datang terus pergi lagi. Aku penasaran dan akhirnya aku ke ruang dekanat. Ternyata teman-teman tadi mengambil proposal waktu bapak pentri masuk ruangan beliau. Dengan penuh keberanian aku menuju ruang TU untuk meminta tolong kepada petugas membukakan pintu. Ternyata yang membawa kunci bapak pengantar minuman. Akhirnya aku disuruh menemui beliau. Dengan langkah yang penuh semngat aku menuju ruangan pentri. Dengan suara lirih aku menyapa bapak itu yang sudah berumur, dan mengutarakan tujuan ku bertemu beliau. Beliau pun menyanggupi, akan tetapi disuruh menunggu sampai pekerjaan beliau selesai. Sebanarnya aku ingin membantu, tapi berhubung ruangannya sempit akhirnya ku urungkan niat ku. Dari pada berdiam diri aku pun mencoba membuka percakapan dengan menanyakan sep[utar pekerjaan beliau. Setlah pekerjaan beliau selesai, aku pun diantar menuju ruangan ibu untuk mengambil proposal q. begitu senangnya aku ketika melihat ada tulisan acc dilembar bimbingan ku. Tak lupa aku mengambilkan proposal teman ku yang belum di acc. Aku pun mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak itu. Dengan langkah yang begitu riang aku mengantarkan proposal milik teman ku. Terima kasih ya Allah inilah kemudahan yang kau berikan kepada hamba. Proposal pun selesia juga. Sahabat ku arum juga sudah di acc. Lebih duluan dia dari pada aku. Saatnya untuk maju instrument.

     Dengan semnangat yang menggelora malam harinya aku membuat instrument dengan harapan selasa pagi aku bisa mengajukan ke pembimbing satu ku. Alhamdulillah malam itu juga ku selesaikan instrument ku karena target minggu itu instrument di pembimbing satu sudah di acc. Selasa pagi aku berniat menemui prof di kampus satu, akan tetapi saran teman ku nina untuk bimbingan di pasca saja biar lebih enak jika di kampus satu kesusu. Akhirnya aku mengikuti saran dia. Hari itu aku ditemani mb tia. Sambil menunggu prof selesai mengajar akhirnya ku putuskan untuk keperpus saja. saat itu aku hanya mengembalikan buku yang dipinjam teman ku UNNES. Stelah selesai aku melangkahkan kaki bersama mb tia ke paska. Tepat aku dan mb tia sampai di depan gedung psikologi beliau juga datang dengan mobilnya. Kami pun melangkahkan kaki dengan segera. Sampai di depan ruangan beliau, pintu ruangan beliau tidak dikunci. Aku menunggu beberapa saat. Saat aku di depan pintu masuk ke ruangan beliau. Pak samino dosen PGSD keluar dan menanyakan perihal kenapa aku disitu. Akupun menjawab akan bertemu prof pak. Beberapa saat kemudian prof keluar dari ruang TU dan masuk ke ruanggannya. Aku menunggu sebentar biar beliau duduk terlebih dahulu. Setelah itu aku masuk dan menyampaikan perihal kedatangan ku. Beliau menjelaskan bahwa hari ini tidak bisa bimbingan karena mau menguji tesis dan aku disuruh bimbingan keesokan harinya. Akhirnya aku keluar ruangan dengan tanpa hasil. Tak apa lah masih ada hari esok, malah Alhamdulillah ntar bisa bareng arum. Karena dia belum maju.

     Selasa tanggal 21 maret 2012 pagi aku sms beliau untuk menanyakan apakah beliau langsung kekampus satu atau ke pasca terlebih dahulu sebelum mengajar. Sampai jam 06.30 aku belum mendapatkan balasan sms dari beliau. Akhirnya aku putuskan untuk ke kampus satu saja. tepat pukul 07.00 aku sampai di taman FKIP UMS, dan ternyata beliau juga baru saja sampai dan turun dari mobilnya.aku berjalan di belakang beliau. Sampai di lantai dua gedung B tempat beliau akan mengajar ternyata di sana sudah ada kakak tingkat ku dan temanku ita yang sudah menunggu.

     Di hari sebelumnya mereka sudah menemui beliau akan tetapi juga diminta hari ini. Ternyata memang semua sama yang ingin bimbingan kemarin disuruh hari ini. Seirig waktu teman-teman yang menunggu pun bertambah. Delapan orang yang menunggu di depan ruang kuliah saat itu. Kami pun menunggu dengan berbagai cerita dari cerita yang serius sampai pada cerita dagelan. Beberapa jam menunggu di depan beliau tak nggagas kita. Akhirnya ada yang usul untuk wira – wiri di depan pintu tapi taka da yang mau. Akhirnya aku, ita,endah dan andri (teman-teman satu bimbingan)  berdiri dekat pintu dengan tujuan beliau melihat kami. Sebenarnya sudah melihat saat beliau keluar mencarikan ruang kuliah pak rubino. Kami berdiri lumayan lama tapi beliau belum menghiraukan kami juga. Akhirnya kita kembali duduk beberapa saat kemudian beliau melihat ketempat kami duduk dan menanyakan perihal keperluan kami. Kami pun menjawab serentak “ mau bimbingan pak”. Beliau pun menjawab, “besok saja ya” kami pun menjawab “kemarin disuruh hari ini kok pak.

     Akhirnya beliau meminta kami masuk ruangan dan ternyata disuruh mengumpulkan lagi. Ketika kami keluar datang satu teman ku yang akan bimbingan juga dan akhirnya dia juga mengumpulkannya. Diluar kita sudah bisa tersenyum lega, dan sambil guyonan. Lama menunggu tapi belum dikoreksi juga. Akhirnya beberapa saat kemudian prof memanggilku. Aku pun masuk ke ruang kuliah dan beliau meminta ku mengambilkan tumpukan kertas yang sudah kami kumpulkan. Beliau pun menanyakan punyaku yang mana dan disuruh mengambil. Stelah itu beliau melihat sambil tersenyum dan bertanya perihal judul ku. Sam bil tersenyum beliau menuliskan acc di lembar bimbingan ku. Sambil menuliskan beliau menjelaskan tentang nantinya penelitian ku.
aku keluar dengan senyum lega.dengan peniuh syukur ku panjatkan. Teman-teman pun heran karena instrument pertama langsung acc. Dalam hati aku pun berbisik jangan kan kalian aku pun heran kok. Namun inilah jawaban dari do’a-do’a ku. Semoga kedepanyya juga akan lancer.aku msih menunggu hasil dari teman-teman ku. Alhamdulillah andri dan ita di acc. Kakak tingkat ku yang cewek yang maju instrument sudah tiga kali dan hari itu hari kempt pun juga di acc. Teman ku yang datang paling akhir pun priposalnya juga di acc. Tambah kebahagiaanku karena teman-teman ku yang lain juga di acc. Hanya tiga yang tak ku tahu apkah di acc atau tidak karena aku keburu turun bersama ita dan andri.
hari itu juga aku memasukkan instrument ku ke pembimng dua ku. Namun sampai pada aku menuliskan cerita ini belum ada hasil. Hari in baru akn aku ambil karena kemarin waktu mau mengambil disuruh ibu hari ini. Jadi ingat kemarin saat menemui ibuk aku bertemu dengan guru kimia ku waktu SMA. Beliau masih ingat wajahku namun lupa namanya. Beliau juga bimbingan bersama bu ning, namun S2. Beliau masuk terlebih dahulu saat beliau keluar dengan tak dinyana-nyana beliau mengatakan dengan bangga bahwa aku adalah muridnya SMA. Terimakasih bu tatik. Dan akhirnya akupun ditanya ibuk “salatiga to mb aslinya”. Ku jawab dengan senyuman. “iya buk”.

     Hari ini aku berencana untuk jilid proposal ku dan meminta tanda tangan pembimbing sekaligus ke biro skripsi. Sempga bisa berjalan dengan lancer dan instrument ku membuahkan hasil dari pembimbing dua.amiin

04 April 2012

     Selasa  tanggal 27 maret aku berencana untuk menjilidkan proposal ku dan hari itu juga aku kan mintakan tanda tangan ke pembimbing ku sehingga Rabu aku bisa menemani teman ku untuk penelitian di tempat PPL ku dulu. Tapi rencana hanya rencana hari itu tempat jilid  widya penuh baru bisa jadi sore hari. Akhirnya rencana ku tak bisa berjalan sesuai dengan rencana.

     Hari itu sahabat ku arum, sakit tetapi dia memaksakan untuk tetap berangkat karena mau bertemu dengan pembimbing untuk maju instrument. Sebnarnya aku menemaninya tetapi karena aku ada keperluan yang lain yaitu menemui pembimbing 2 ku untuk mengambilk instrument yang sudah aku kumpulkan minggu sebelumnya yang pada hari senin aku ambil ternyata belum selesai mengoreksinya.

     Seperti biasa aku kecantol sana sini (setiap langkah berteu dengan orang yang ku kenal) aku meminta arum untuk ditemani mb umi dahulu. Hasil instrument q sudah diambilkan teman ku wiwit, ternyata masih harus direvisi karena masih ada sedikit coretan. Berhubung ibu masih ada di ruangan aku memutuskan untuk menemui sekaligus. Di dalam ruangan ibu begitu ramah lebih ramah dari hari biasanya. Beliau tidak duduk ditempat biasa beliau duduk jika ada mahasiswa yang konsultasi tetapi duduk di depan computer sambil makan kacang, entah kacang apa aku kurang tahu. Beliau menjelaskan tentang kekurangan ku, maksud beliau agar aku lebih mudah dalam p[enelitian. Beliaupun juga menawari aku untuk makan kacang yang beliau makan. Akan tetapi aku menolaknya karena malu. Beliau meminta ku untuk segera menambahkan dan membawa ke tempat beliau lagi.

     Keluar ruangan beliau aku tersenyum gembira meski harus direvisi lagi. Kemudian teringat nasib sahabat ku arum.Aku memutuskan untuk menemui dia ke atas ( lantai 3 gedung B) karena pembimbing kita sedang mengajar diruangan itu. Sebelum aku kesana kecantol lagi di taman. Setelah itu baru ke atas. Sebelum aku sampai di lantai 3 aku bertemu dengan sahabat ku. Ternyata nasibnya tidak seperti aku waktu maju ke pembimbing 2. Dia harus revisi lagi. Namun dia masih belum faham dan jelas maksud dari pembimbing dan aku pun menyuruhnya untuk menemui dospem lagi untuk menanyakan karena aku sendiri juga tidak faham dengan maksud beliau.

     Kita bertiga (aku, arum, mb umi) naik ke atas lagi untuk menanyakan lagi. Setelah itu kami menuju ke selatan audit untuk merevisi instrument kita masing-masing. Namun, arum begitu kelihatan pucat sekali dan aku pun meminta dia untuk pulang saja. awalnya dia menolak dan bersi kukuh untuk merevisi sekaligus tapi akhirnya arum memutuskan untuk pulang karena tidak kuat lagi. Tinggal aku bersama mb umi disana, sambil merevisi bertukar fikiran dengan mb umi.terimakasih bantuannya.

     Saat itu aku juga menunggu bahtiar, karena proposal nya aku bawa. Ternyata dia juga kurang sedikit. Kita berencana untuk maju hari itu juga. Dengan harapan ibuk mau mengoreksi. Setelah kita berdua selesai, kita keruang ibuk ternyata beliau tidak di ruang, karena saat itu sedang jam makan siang. Kita menunggu sekitar 30 menitan lebih. Sambil menunggu aku berbincang-bincang dengan endah (teman dari kecil) yang akan wisuda mei nanti.Akhirnya ibu berada di dalam ruangannya juga. Aku masuk dan mengutarakan keinginan ku untuk mengumpulkan hasil revisian instrument q. ibu pun mengatakan sudah dikumpulkan saja kalau punya kamu, saya koreksi nanti yang lain juga minta dikoreksi.dikumpulkan saja. ya sudah keluar ruangan tak sesuai harapan. Tapi tak apalah, yang penting sudah saya revisi menurut permintaan ibu bisik ku dalam hati.

     Keesokan harinya rabu tanggal 28 maret 2012  jilid an proposal ku sudah jadi, aku bersama arum pun langsung menemui prof untuk minta ttd.dan pada hari itu juga arum maju instrument untuk kedua kalinya. Alhamdulillah langsung di acc. Tinggal pembimbing 2 nya. Setelah dari tempat prof aku langsung keruangan ibuk. Dan ibuk ternyata ada. Tanpa q minta beliau meminta saya untuk mengambil intrumen saya kemarin. Sambil membuka sepintas ibuk mu langsung meng acc instrument q. tak pernah terbersit dalam benakku kalau akan dilihat lagsung. Aku sudah mengira kalau instrument q bisa diambil hari senin karena memang seperti itu system bimbingan e beliau. Sebuah rahasia yang tak pernah aku sangka.

     Proposal pun sudah di ttd ne semua, menuju biro skripsi untuk mendaftarkan dan meminta surat ijin riset. Alhamdulillah hari itu juga surat pun jadi. Begitu juga dengan arum.

2 thoughts on “Dari Judul Hingga Instrumen

  1. Haniah says:

    Sama2 mbkyu,
    mkasih jg y mbkyu dh bnyak membntu q dlm proses pmbuatan skripsi q.
    Tetap smangat mbkyu..!!!

  2. sama2 mb…
    akhirnya selesai juga,,,,ada proker yg harus q ketik tapi malestnya nganggo bgts..digawe novel kayane apik,,hahahahha yae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s