SINOPSIS

TAUTAN HATI DI JABAL RAHMAH

Identitas Buku

Judul   : Tautan Hati di Jabal Rohmah

Pengarang       : Roidah

Penerbit    : Khazanah Sulaiman (imprint dari Solomon Group)

            Novel karya roidah ini menceritakan begitu indahnya cinta sejati yang dijalankan berdasarkan cinta pada ilahi robbi. Cinta manusia yang tak melalaikan pada umat nya pada ilahi robbi. Cinta yang didasarkan pada ibadah untuk mendapatkan ridho ilahi. Bagi yang membacanya akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa membimbing bagi setiap pembaca dalam mengimplementasikan cinta sebagai fitrah manusia.

            Novel ini menceritakan tentang cinta manusia pada manusia yang lainnya. Haryo seorang antropolog yang ditugaskan di daerah hutan rimba di pedalaman jambi jatuh hati kepada meila. Seorang wanita muda yang buta akibat kecelakaan mobil pasca wisuda sarjana. Haryo mengenal meila lewat temannya Ari yang sekaligus teman meila juga. Haryo hanya mengetahui cerita kehidupan meila semasa dia masih bisa melihat. Dari cerita itu lah Haryo ingin mengenal meila lebih jauh.

            Awalnya Meila tak pernah suka dengan kehadiran Haryo di rumahnya. Sampai dia menikah pun belum ada rasa cinta tumbuh di hati meila. Meski demikian, Haryo tetap sabar menanti istrinya itu mencintai nya dengan sepenuh hati. Keadaan berubah ketika meila mendapatkan pendonor mata untuk matanya. Mata tersebut berasal dari sahabat Haryo di dalam hutan rimba jambi, paniti laro namanya. Di satu sisi Haryo sangat senang karena istri nya bias melihat lagi namun disisi lain dia sangat sedih karena ditinggal sahabat nya untuk selama-lamanya. Paniti laro meninggal saat dia berusaha mempertahankan hutannya dari para pembalak-pembalak liar.

            Cinta mulai merekah saat meila mulai bisa melihat lagi. Meski belum sepenuhnya, namun benih-benih cinta di hati meila mulai tumbuh. Cinta sepenuhnya timbul di saat Haryo dan Meila memutuskan untuk umroh sekaligus untuk bulan madu. Di jabal rohmah cinta di hati sepasang pengantin baru ini semakin kuat. Banyak sekali cerita yang subhanallah sekali dalam perjalanan umroh mereka. di dalam rombongan umroh mereka ada satu peserta yang masih bujangan seorang dosen di salah satu universitas, Hasbi namanya. Meila dan Haryo berniat menjodohkannya dengan kakak Meila yang bernama Meisya. Meisya juga mengalami hal yang sama dengan meila yaitu keterbatasan fisik akibat kecelakaan, hanya saja meisya bisa melihat namun dia berjalan menggunakan kursi roda.

            Rencana itu pun ternyata sesuai dengan takdir ilahi robbi. Hasbi adalah jodoh yang telah dituliskan di lauh mahfusz untuk meisya. Mereka pun akhirnya menikah. Perjalanan spiritual Haryo dan meila membuat Hasbi dan Meisya ingin melakukan hal yang sama, yaitu melaksanakan umroh pasca pernikahan mereka.

            Novel ini sangat bagus untuk dibaca, banyak hal yang dapat dijadikan hikmah dan juga pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Banyak peristiwa yang senantiasa menjadikan anak manusia senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan ilahi robbi. Kisah-kisah romantis antara sepasang anak manusia yang sudah halal membuat pembaca akan tergelitik.

            Septong cerita di atas hanya secara umum saja, untuk lebih jelasnya silahkan membaca sendiri novelnya. Insya Allah para pembaca tak akan kecewa membaca novel ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s